KAMIS (24/11/2022)| Acara bermanfaat dan luar biasa kembali terselenggara yang melibatkan Rumah Moderasi Beragama (RMB) IAIN Gorontalo, kali ini RMB IAIN Gorontalo bekerjasama dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar dengan Tema “Diseminasi Gagasan Moderasi Beragama”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Fakultas Ushuluddin dan Dakwah kampus 1 IAIN Sultan Amai Gorontalo, Gorontalo.

Desiminasi Gagasan Moderasi Beragama ini sangat penting berlangsung di bumi Gorontalo, terlebih untuk stakeholder IAIN Gorontalo, kegiatan yang lebih ditujukan kepada mahasiswa-mahasiswi ini, agar mereka memperoleh informasi, timbul kesadaran, menerima, dan akhirnya memanfaatkan informasi terkait Moderasi Beragama yang benar dan tepat. Menariknya dari kegiatan ini datang dari narasumber yang sangat elegan dan energik, juga tidak diragukan lagi kapasitas dan kapabilitasnya, karena narasumber utama dan pertama merupakan Instruktur Nasional Moderasi Beragama yang juga keluarga besar GP Ansor Gorontalo, yakni sahabat Dr. Habibie Yusuf,  M.Pd, didampingi narasumber kedua Donald R. Tungkangi, M.A.

Dalam persentasinya, narasumber selalu menekankan betapa pentingnya menjaga toleransi antar umat beragama, Habibie Yusuf mengatakan “Sebagai Bangsa yang masyarakatnya amat majemuk, kita sering menyasikan adanya gesekan sosial akibat perbedaan cara pandang masalah keagamaan. Ini tak ayal dapat mengganggu suasana rukun dan damai yang kita idam-idamkan bersama. Di suatu waktunya misalnya ada umat beragama yang membenturkan pandangan keagamaannya dengan ritual budaya lokal seperti sedekah laut, festival kebuayaan, atau ritual budaya lainnya. Selain itu, ada pula seruan atas nama jihad agama untuk mengkafirkan sesama. Ini semua fakta yang kita hadapi, karena keragaman paham umat beragama di Indonesia emang amat tak terperi, nyaris tak mungkin alias mustahil kita menyatukan cara pandang keagamaan umat beragama di Indonesia. Sementara keragaman klaim kebenaran atas tafsir agama, bisa memunculkan gesekan dan konflik. Lalu bagaimana kita menyikapinya? membungkamnya jelas tidak mungkin, karena itu bagian dari kebabasan ekspresi beragama. Tapi, membiarkan tanpa kendali keragaman pandangan yang ekstrem, juga bisa membahayakan kesatuan dan persatuan, apalagi ihwal agama adalah hal yang teramat sensitif untuk dispelekan. Nah, Kementerian Agama sudah menawarkan sebuah solusi beragama jalan tengah, yang disebut Moderasi Beragama”.

Selain itu, kedua narasumber memberikan ruang kepada peserta yang ingin bertanya kritis terkait meoderasi beragama. Menariknya ada sesi dimana Habibie Yusuf memberikan reward kepada peserta yang berani maju hanya untuk menjelaskan sedikit apa yang dia tahu mengenai moderasi beragama, tak tanggung-tanggung beberapa kali beliau memberikan reward bagi peserta yang berani tampil ke depan, sebagai bentuk apresiasi bagi peserta seminar yang mulai memahami makna Moderasi Beragama yang sesungguhnya, dengan harapan pemahaman Moderasi Beragama yang masih dalam bentuk koqnitif ini bisa berlanjut menjadi ranah afektif ataupun sikap Moderat bagi Peserta.

Pada gambar di atas, terlihat narasumber Habibie Yusuf dengan salah satu peserta di atas panggung yang memegang baju koko, untuk menejelaskan analogi pemahaman Moderasi Beragama yang mudah dicerna oleh generasi milenial, juga dapat terlihat dari gambar di atas suasana yang penuh senyum dan amat ceria. “Suasana penuh senyum dan keceriaan pada acara Diseminasi Moderasi Beragama tersebut, menunjukkan wajah Islam yang sesungguhnya, wajah Islam yang ramah, wajah Islam yang Moderat. Islam itu merangkul, bukan memukul. Mengajak, bukan menginjak. Meredam, bukan mendendam. Mendidik, bukan menghardik. Mengilhami, bukan menghakimi. Bersikap ramah, bukan marah” Imbuh Habibie Yusuf.

Dalam kegiatan Diseminasi Moderasi Beragama ini, diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai fakultas yang ada di IAIN Gorontalo, ada dari Fak. Syariah, Fak. Ushuludin dan Dakwah, Fak. Ekonomi dan Bisnis Islam dan Fak. Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, bahkan karena sangat antusiasnya ada peserta yang rela datang jauh-jauh dari limboto kampus 2 IAIN guna ingin mengenal lebih dekat apa itu moderasi beragama. Salah satu peserta tersebut, yakni dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Indirwan Ence mengatakan “kegiatan-kegiatan seperti Diseminasi Moderasi Beragama ini adalah kegiatan yang sangat baik untuk diikuti karena ini merupakan kegiatan yang bertajuk untuk menyadarkan tiap-tiap orang dalam memandang suatu realitas agama dengan lebih arif, dan dapat melihat dari berbagai perspektif”. Ungkapnya.

Kegiatan Desiminasi Gagasan Moderasi Beragama berjalan dengan lancar dan penuh euforia kebahagiaan di dalamnya, yang juga mendapat respon baik dan dukungan dari seluruh pihak yang yang terkait. (humasrmb)

 

Bagikan: