Gorontalo Utara (2/9/2023)|Meningkatnya kasus bunuh diri telah menjadi isu terpanas di Propinsi Gorontalo, sehingga perlu dibahas secara lugas dan tuntas pada forum-forum formal di masyarakat luas. Tepat diawal bulan September ini, Rumah Moderasi Beragama IAIN Sultan Amai Gorontalo bekerjasama dengan GP Ansor PW Gorontalo dan Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara mengadakan Penyuluhan Agama dan Treatment Psikologi kepada masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Sabtu tanggal 2 September 2023 di Aula Desa Tutuwoto, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara membawakan kegiatan Penyuluhan Agama dan Treatment Psikologi dalam Pencegahan Bunuh Diri dengan tema “Berani Hidup, Bunuh Diri Tidak Untuk Siapapun”. Peserta yang hadir sebanyak + 50 orang yang terdiri dari berbagai unsur elemen masyarakat (pemerintah desa, agamawan, tokoh adat dan lainnya).

Arfan Nusi, Ketua RMB IAIN Sultan Amai Gorontalo menyampaikan bahwa tradisi masyarakat Gorontalo tidak seperti di jepang tradisi bunuh diri, tapi Gorontalo memiliki tradisi leluhur yang sangat luar biasa, yang dirawat oleh masyarakat yakni tradisi tradisi bilohe, tradisi defita, tradisi tambua. Jika tradisi ini terjaga dan terawat, dapat dipastikan fenomena kasus bunuh diri di Gorontalo pasti akan menurun. Salah satu faktor terjadinya bunuh diri dikarenakan individu yang terlepas dari ikatan social di lingkungannya, sehingga masyarakat tidak mengontrol hal tersebut. Oleh karena itu, masyarakat Gorontalo perlu menjaga ketiga tradisi tersebut.

Disampaikan pula Supandi Rahman bahwa fenomena bunuh diri bahwa setiap 40 detik ada satu orang mati BD, 800 ribu orang meninggal setiap tahunnya akibat bunuh diri, bunuh diri bukan hanya disebabkan oleh psikologi sosial, namun faktor genetik juga, 50% orang depresi punya ide untuk bunuh diri. Bunuh diri bisa dicegah dengan komunikasi yang terarah. Masalah ekonomi adalah penyebab ke dua setelah depresi orang melakukan bunuh diri. Adapun solusi atau pencegahan bunuh diri dari Perspektif Islam yakni bekerja dengan sungguh dan meniatkan sebagai ibadah, perilaku dan menejemen keuangan yang baik, berbagi dan membantu antar sesama, silaturahmi, pelisiran atau jalan-jalan dan memperbanyak dzikir dan mendekatkan diri kepada Allah. (humasrmb)

Bagikan: