Rumah Moderasi Beragama IAIN Sultan Amai Gorontalo Goes To School

Limboto (25/3/2024)| Rumah Moderasi Beragama (RMB) IAIN Sultan Amai Gorontalo melaksanakan agenda RMB Goes to School dengan tajuk sosialisasi penguatan moderasi beragama bagi siswa. Agenda tersebut dilaksanakan di SMA Negeri 2 Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Dr. Arfan Nusi selaku ketua RMB IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam sambutannya menyampaikan bahwa tidak ada alasan untuk kita tidak toleran dengan sesama.

Toleransi adalah ciri dari umat beragama, sementara inti dari agama adalah kemanusiaan. Ada bahasa ayat yang mengatakan seperti ini; jangan sampai kebencianmu terhadap suatu kaum membuat kamu tidak adil terhadapnya”. Ujar Arfan

Rifian Panigoro sebagai perwakilan Pergunu (Persatuan Guru Nahdatul Ulama) yang bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut mengungkapkan tentang narasi-narasi yang sering dipakai dalam menjalankan perekrutan aksi terorisme terhadap kaum muda:

Narasi ekstrimis berkedok agama yang harus kita waspadai diantaranya, (1) membelokkan konflik yang murni politik menjadi konflik agama, (2) Mengeksploitasi rasa takut dan keterancaman, (3) Menggunakan kita suci untuk menguatkan framing, (4) Mempropagandakan jihad perang, (5) Mempropagandakan khilafah dan menghujat pancasila dan demokrasi, terakhir (6) adalah Mengkafirkan sesama”. Pungkas Rifian.

Agenda yang melebihi ekspektasi tim RMB tersebut dihadiri hampir seluruh siswa dan siswi SMA Negeri 2 Limboto, bahkan aula pertemuan dengan kapasitas 750 orang tidak mampu menampung masa secara keseluruhan, sebagian peserta harus duduk di pelataran teras aula.

Supandi Rahman selaku Fasilitator Moderasi Beragama yang merupakan alumni ToT kerjasama UIN Sunan Ampel Surabaya dan LPDP tahun 2023 menyebutkan, siswa-siswi yang hari ini merupakan representasi dari kaum muda memiliki peran strategis sebagai agen moderasi beragama.

Setidaknya ada 3 hal yang menjadikan kaum muda memiliki peran strategis sebagai agen pengarusutamaan moderasi beragama, (1) Kuantitas, kita adalah penghuni terbanyak di republik ini. (2) Kualitas, usia muda adalah usia yang unggul dalam hal apa saja lebih-lebih waktu dan kesehatan. (3) Pemuda adalah Pewaris dan Katalisator peradaban, jelas! Banyak peristiwa penting di republik ini yang dimotori oleh kaum muda”. Ujar Supandi.

Dalam kesempatan itu pula Supandi mencoba menepis anggapan negatif terhadap program moderasi beragama yang merupakan program unggulan pemerintah.

Moderasi beragama bukan upaya menyamakan semua ajaran agama, melainkan lebih kebagaimana menghadirkan  cara pandang, sikap dan praktik beragama yang mampu melindungi martabat kemanusiaan, agar tercipta toleransi dan kerukunan guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa”. Tuturnya.

Sebagai informasi, agenda RMB Goes To School yang turut dihadiri langsung oleh Kepala Sekolah serta segenap Guru dan tenaga pendidik SMA Negeri 2 Limboto, terlaksana atas usaha gigih anggota RMB IAIN Sultan Amai Gorontalo untuk mensosialisasikan agenda moderasi beragama yang merupakan amanat Perpres nomor 58 tahun 2023. Agenda ini akan diupayakan terselenggara di beberapa titik sekolah dan komunitas di Provinsi Gorontalo. (humasrmb)

Bagikan: